Rose

•October 17, 2011 • Leave a Comment

Indah kupandang wahai mawar
Harum semerbak tercium bau mu
Pesonamu menggugah orang tuk menyentuhmu
Duri melindungimu

Tetaplah indah wahai mawar
Jadilah penyejuk mata bagi yang memandangmu
Ingatkan mereka akan kuasa Tuhan Nya
Dan wujud mensyukuri nikmat Nya :)

Post in swiss 171011 14.10 pm
t4 yg akan terkenang…
awal dari langkah baruku :)

Jambu Air

•October 17, 2011 • Leave a Comment

Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dalam penampilan.Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial.

Ingat jambu air, ingat dulu kala masa smu. Saya memakan buah jambu yang ditawarkan teman saya.
Dan tanpa bertanya saya ambil dan makan banyak buah jambu itu. Nah, saya makan buah jambu nya itu di kelas ketika sedang belajar di kelas tambahan bahasa inggris.

Alhasil, ketauan sang guru lah ketika saya makan jambu dengan lahapnya.. Dan guru pun bertanya.. luna (bukan nama sebenarnya, hehe) kamu makan apa? dengan jujur saya jawab, makan jambu Pak. Jambu siapa yang kamu makan?? Dari si kiki Pak, saya jawab…

Guru pun beralih bertanya kepada teman saya tersebut. Kiki, itu jambu yang kamu bawa? teman saya pun menjawab, bukan Pak. Saya menemukan sekantong jambu di laci meja kelas Pak. Jadi ya saya bagikan saya ke teman-teman.

Akhirnya tawa sekelas pun meledak, karna saya telah memakan jambu hasil temuan huhuhuhu….
Pak guru akhirnya menasehati kalau mau makan ya di bagi ke teman teman, akan tetapi sebelum makan kita pastikan dahulu itu punya siapa.. hehehe

source :

http://zaifbio.wordpress.com/2009/01/30/jambu-air/

Beasiswa S2 MTI-GCIO untuk PNS

•May 8, 2011 • Leave a Comment

Program Beasiswa S2 MTI-GCIO UI

Pemerintah melalui Inpres No 3 tahun 2003 mengamanatkan implementasi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat transparan melalui dukungan Teknologi Informasi (TI) atau yang dikenal dengan nama e-government. Melalui e-government, pemerintah diharapkan bisa menyelenggarakan proses pemerintahan secara efisien, transparan dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Agar bisa mewujudkan e-government tersebut, salah satu elemen penting yang harus dipenuhi adalah keberadaan SDM yang memiliki visi dan misi TI yang jelas, mampu untuk menyelaraskan antara strategi organisasi dan strategi TI, serta mampu untuk merencanakan, mengimplementasikan serta mengelola TI dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Kualifikasi SDM yang dibutuhkan untuk mengemban amanat tersebut adalah seorang Government Chief Information Officer (GCIO). Menyadari hal tersebut, Fakultas Ilmu Komputer UI bekerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (DEPKOMINFO) melakukan kerjasama dalam penyelenggaraan program beasiswa Magister Teknologi Informasi (MTI) bidang kekhususan Government Chief Information Officer (MTI-GCIO).

Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk menyiapkan SDM TI pemerintahan dalam pengelolaan sumber daya SI/TI sehingga siap menjadi pemimpin SI/TI dalam organisasi pemerintahan. Melalui program ini diharapkan tercipta SDM TI menuju lembaga pemerintahan yang memenuhi prinsip good governance.

Kompetensi

Program pendidikan MTI-GCIO bertujuan untuk menyiapkan lulusannya agar memiliki keseimbangan antara kemampuan dasar-dasar operasionalisasi layanan TI serta kemampuan yang bersifat manajerial dan strategis terkait dengan proses pengambilan keputusan. Kompetensi yang dikembangkan untuk program MTI-GCIO ini adalah:

Mampu merencanakan, menerapkan, mengelola, mengevaluasi dan mengintegrasikan SI/TI dalam tingkatan operasional, manajerial dan strategis di lembaga pemerintahan.
Mampu memimpin proyek SI/TI atau unit kerja SI/TI di lembaga pemerintahan.
Mampu mengikuti perkembangan SI/TI dan melakukan inovasi di bidang SI/TI, khususnya yang terkait dengan e-Government seperti Manajemen Informasi, Sistem Enterprise, maupun Tata Kelola TI.
Mampu berpikir kritis, analitis, logis dan menyeluruh dalam menyelesaikan berbagai permasalahan terkait SI/TI
Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan baik serta bekerja dalam tim

Untuk mencapai kompetensi di atas, para mahasiswa akan diberikan pembelajaran dengan metode diskusi dan studi kasus. Metode studi kasus yang diberikan di setiap perkuliahan diharapkan mampu menjadi salah satu alat untuk mengasah kemampuan GCIO dalam menganalisis, berpikir secara kritis dan logis serta mampu memberikan solusi-solusi yang terbaik terkait dengan permasalahan yang diberikan. Setelah menyelesaikan perkuliahan, para GCIO diharapkan bisa berkontribusi dalam peran-peran berikut ini: Perancang Aplikasi Sistem Informasi, Perancang Master Plan SI/TI, Perencana Anggaran SI/TI, Pemimpin Proyek SI/TI, Kepala Pusat Informasi, Penilai Kinerja SI/TI, Perencana keamanan informasi, Inovator dalam bidang SI/TI, Pemimpin Unit Pengelola SI/TI, dan peran-peran strategis lainnya.

Kurikulum

Program ini dirancang agar bisa diselesaikan dalam waktu 3 semester. Total SKS yang harus diambil oleh peserta adalah 41 SKS sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku di tingkat fakultas maupun universitas. Setelah menyelesaikan program ini, peserta akan memperoleh gelar Magister Teknologi Informasi (M.T.I.). Tabel berikut ini menyajikan kurikulum program MTI-GCIO. Di semester 3, mahasiswa diberikan pilihan kuliah yang bisa disesuaikan dengan minat dan kebutuhan institusi peserta.
Home > Program Magister Teknologi Informasi Government Chief Information Officer (MTI GCIO)
Program Magister Teknologi Informasi Government Chief Information Officer (MTI GCIO)

Oleh: Humas Pada: 4/21/11 • Kategori: Program Studi Baru

Program Beasiswa S2 MTI-GCIO UI

Pemerintah melalui Inpres No 3 tahun 2003 mengamanatkan implementasi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat transparan melalui dukungan Teknologi Informasi (TI) atau yang dikenal dengan nama e-government. Melalui e-government, pemerintah diharapkan bisa menyelenggarakan proses pemerintahan secara efisien, transparan dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Agar bisa mewujudkan e-government tersebut, salah satu elemen penting yang harus dipenuhi adalah keberadaan SDM yang memiliki visi dan misi TI yang jelas, mampu untuk menyelaraskan antara strategi organisasi dan strategi TI, serta mampu untuk merencanakan, mengimplementasikan serta mengelola TI dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Kualifikasi SDM yang dibutuhkan untuk mengemban amanat tersebut adalah seorang Government Chief Information Officer (GCIO). Menyadari hal tersebut, Fakultas Ilmu Komputer UI bekerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (DEPKOMINFO) melakukan kerjasama dalam penyelenggaraan program beasiswa Magister Teknologi Informasi (MTI) bidang kekhususan Government Chief Information Officer (MTI-GCIO).

Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk menyiapkan SDM TI pemerintahan dalam pengelolaan sumber daya SI/TI sehingga siap menjadi pemimpin SI/TI dalam organisasi pemerintahan. Melalui program ini diharapkan tercipta SDM TI menuju lembaga pemerintahan yang memenuhi prinsip good governance.

Kompetensi

Program pendidikan MTI-GCIO bertujuan untuk menyiapkan lulusannya agar memiliki keseimbangan antara kemampuan dasar-dasar operasionalisasi layanan TI serta kemampuan yang bersifat manajerial dan strategis terkait dengan proses pengambilan keputusan. Kompetensi yang dikembangkan untuk program MTI-GCIO ini adalah:

Mampu merencanakan, menerapkan, mengelola, mengevaluasi dan mengintegrasikan SI/TI dalam tingkatan operasional, manajerial dan strategis di lembaga pemerintahan.
Mampu memimpin proyek SI/TI atau unit kerja SI/TI di lembaga pemerintahan.
Mampu mengikuti perkembangan SI/TI dan melakukan inovasi di bidang SI/TI, khususnya yang terkait dengan e-Government seperti Manajemen Informasi, Sistem Enterprise, maupun Tata Kelola TI.
Mampu berpikir kritis, analitis, logis dan menyeluruh dalam menyelesaikan berbagai permasalahan terkait SI/TI
Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan baik serta bekerja dalam tim

Untuk mencapai kompetensi di atas, para mahasiswa akan diberikan pembelajaran dengan metode diskusi dan studi kasus. Metode studi kasus yang diberikan di setiap perkuliahan diharapkan mampu menjadi salah satu alat untuk mengasah kemampuan GCIO dalam menganalisis, berpikir secara kritis dan logis serta mampu memberikan solusi-solusi yang terbaik terkait dengan permasalahan yang diberikan. Setelah menyelesaikan perkuliahan, para GCIO diharapkan bisa berkontribusi dalam peran-peran berikut ini: Perancang Aplikasi Sistem Informasi, Perancang Master Plan SI/TI, Perencana Anggaran SI/TI, Pemimpin Proyek SI/TI, Kepala Pusat Informasi, Penilai Kinerja SI/TI, Perencana keamanan informasi, Inovator dalam bidang SI/TI, Pemimpin Unit Pengelola SI/TI, dan peran-peran strategis lainnya.

Kurikulum

Program ini dirancang agar bisa diselesaikan dalam waktu 3 semester. Total SKS yang harus diambil oleh peserta adalah 41 SKS sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku di tingkat fakultas maupun universitas. Setelah menyelesaikan program ini, peserta akan memperoleh gelar Magister Teknologi Informasi (M.T.I.). Tabel berikut ini menyajikan kurikulum program MTI-GCIO. Di semester 3, mahasiswa diberikan pilihan kuliah yang bisa disesuaikan dengan minat dan kebutuhan institusi peserta.

Laboratorium Riset Pendukung

Untuk mengembangkan kemampuan dalam melakukan inovasi, disediakan dua buah laboratorium riset yang mendukung kegiatan MTI-GCIO. Kedua lab riset tersebut adalah Lab e-Government dan Lab IT Governance (Tata Kelola TI).

Fasilitas

Selama menjalankan studinya, seluruh mahasiswa akan mendapatkan fasilitas berikut ini agar bisa mencapai tujuan perkuliahan, yang meliputi: laboratorium komputer, akses internet (hotspot), ruang diskusi, perpustakaan (akses ke buku, skripsi, tesis, jurnal online), pembelajaran online melalui SCeLE(Student Centered e-Learning Environment), serta pusat kesehatan mahasiswa (PKM).

Persyaratan

Calon mahasiswa MTI-GCIO harus memenuhi persyaratan berikut ini:

Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil
Lulusan S1/D-IV dari berbagai bidang studi
IPK minimal 2,75
Nilai TOEFL minimal 450 dan TPA minimal 500
Memperoleh Rekomendasi dari pejabat yang berwenang (minimum pimpinan instansi setingkat Eselon II)
Bidang kerja yang ditangani terkait dengan pengembangan e-Government

Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia menyediakan beasiswa untuk program ini. Beasiswa hanya untuk biaya kuliah, tidak termasuk biaya pendaftaran, biaya wisuda, biaya buku dan biaya hidup selama perkuliahan.

Pendaftaran

Untuk bisa mengikuti program ini, calon mahasiswa harus mengikuti tatacara pendaftaran program beasiswa MTI-GCIO UI sebagai berikut:

Mendaftar ke penerimaan UI (SIMAK UI) secara online melalui http://penerimaan.ui.ac.id. Jadwal pendaftaran mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh Universitas Indonesia. Kelengkapan dokumen yang harus dipersiapkan dan diupload sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Universitas Indonesia.
Pengiriman berkas tambahan ke sekretariat program beasiswa MTI-GCIO UI, yang meliputi:
Surat permohonan beasiswa mengikuti program MTI-GCIO UI
Surat rekomendasi dari pejabat yang berwenang
Surat keterangan yang menerangkan bahwa bidang kerja yang ditangani terkait dengan pengembangan e-Government
Surat Keputusan Pengangkatan PNS

Berkas tambahan harus dikirimkan ke pengelola Program Beasiswa S2 MTI-GCIO Universitas Indonesia dengan alamat seperti yang tertera di bagian Informasi dan Kontak.

Ujian Masuk

Jadwal ujian masuk untuk program MTI-GCIO UI mengikuti jadwal ujian penerimaan mahasiswa baru Universitas Indonesia. Lokasi ujian juga mengikuti ketentuan yang sudah berlaku di Universitas Indonesia seperti yang disampaikan di dalam situs penerimaan Universitas Indonesia. Materi ujian meliputi Tes Kemampuan Bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik (TPA).

Informasi dan Kontak

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi sekretariat program MTI-GCIO berikut ini:

1. Dewi Ambarwati N. (dewi.ambar@cs.ui.ac.id)

2. Humas Fasilkom UI (humas@cs.ui.ac.id)

Telp : 021-3106014, 021-7863419

sumber : http://www.cs.ui.ac.id/lang/id/program-magister-teknologi-informasi-government-chief-information-officer-mti-gcio/

Hubungan Jarak Jauh

•April 14, 2011 • Leave a Comment

Oleh bidadari_Azzam (diambil dari milis :) )

============ ========
Bukannya mengompori untuk bertambah khawatir, namun tulisan ini bermaksud mengingatkan pada diri sendiri untuk senantiasa menjaga tim yang kompak, yaitu keluarga kita nan sakinah. Mencegah adalah selalu lebih baik dari pada mengobati, menjaga izzah keluarga selalu lebih baik dari pada memperbaiki segaris noktah.

Cerita tentang Pak Hasan, ikhwan yang sholeh, berkarir bagus namun tetap sederhana dan bersahaja, tapi harus nge-kos sendirian di Jakarta si kota macet. Istrinya punya karir lain di kota tetangga, sekitar 3 atau 4 jam dari Jakarta, sang istri bersama dua anak mereka selalu menjaga keceriaan keluarga, meskipun Pak Hasan hanya bisa berkumpul seminggu sekali atau kadang-kadang hanya tiga kali dalam sebulan.

Yang namanya hubungan jarak jauh, komunikasi yang terjalin pasti tak selengket saat berdekatan. Apalagi kalau masing-masing pihak teramat sibuk, yang kemudian frekuensi jadwal saling telpon atau video-call-an juga berkurang. Itulah yang terjadi pada Pak Hasan dan sang istri. Yang selanjutnya dikarenakan meremehkan suasana mesra itulah, maka perlahan tapi berterusan, datanglah godaan demi godaan sebagai pengganggu keutuhan keluarga.

Godaan awal adalah dari anak kos si induk semang Pak Hasan, gadis yang rajin membantu membersihkan kamarnya itu sesekali melirik dan tersenyum kecil yang selanjutnya bersikap menggoda iman. Namun Pak Hasan berusaha terus menguatkan hatinya, ia pun makin berupaya memerangi godaan, setiap ada waktu cuti dan weekend, kalau dia tak bisa pulang ke kota keluarganya, maka sang istri dan anak-anak yang berlibur ke Jakarta.

Tapi namanya juga godaan, makin tinggi ranting berbunga, makin kencang angin menghembuskan sepoinya. Anak-anak kian berkembang, anak Pak Hasan makin sibuk, ada banyak kegiatan di akhir minggu. Juga istrinya, makin harus bijak mengatur pengeluaran rumah tangga, tidak bisa jor-joran mengeluarkan dana ke Jakarta melulu. Pak Hasan pun tak punya celah untuk pindah ke bagian lain di kantornya, misalnya
jika pindah ke divisi lain, maka pindah ke kota keluarga. Begitu pun sang istri, dia merasa harus bertahan dengan kondisi sedemikian, istrinya tak dapat pindah kerja pula ke Jakarta, pun tak mau mengalah untuk resign sehingga berkumpul dengan suami.

Yah, setiap rumah tangga punya rahasia perusahaan masing-masing, punya prioritas tujuan masing-masing, maka punya jalan bahtera masing-masing, yang orang lain hanya dapat menjadi pengamat amatiran saja, melihat dari kejauhan tanpa perlu mencari detail urusan rahasia keluarga tersebut.

Suatu kali, Pak Hasan pindah kos-an, kemungkinan beliau menghindari godaan yang lebih dahsyat dari anak si empunya rumah tersebut.

Namun di lain waktu, tiba-tiba terdengar berita bahwa Pak Hasan dan istrinya akan bercerai. Waduh, what wrong? Berita seperti itu pasti menyedihkan. Semua orang dekat mereka sangat iba, dan merasa tak rela jika keluarga mereka tak utuh lagi. Sedikit demi sedikit terkuaklah cerita pengakuan Pak Hasan yang dulu sempat dimuat di surat kabar kota tersebut, bahwa akhirnya ada godaan lain yang menjerumuskannya pada perzinahan.

Naudzubillahi minzaliik.

Dalam cerita beliau, suatu hari sepulang kerja, ia dan rekan-rekan kantornya yang semuanya pria, pulang bersama dalam satu mobil milik seorang teman. Mereka berenam, rencananya akan mencari warung makan,
barulah pulang ke rumah masing-masing. Tapi, saat kemacetan parah sekali, mobil susah jalan, seusai ujan deras, banjir dimana-mana. Mereka sudah kelaparan, makanya segera mencari warung makan terdekat, dan warung makan tersebut ternyata jaraknya sangat dekat dengan panti pijat langganan teman-temannya.

Seumur hidupnya, baru kali itu Pak Hasan memasuki panti pijat, mereka berenam menikmati teh hangat isana usai makan malam. Entahlah ada unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas satu-satunya pria yang
belum pernah kesana di antara enam orang tersebut, hanyalah Pak Hasan. Dan dengan kenyamanan uasana yang diciptakan di ruangan tersebut, satu-persatu temannya berpisah-pisah ruangan, diurusi oleh perempuan-perempuan tukang pijatâ, Pak Hasan ikut disiapkan dan ditraktir pijatan oleh salah satu teman. Tak usahlah terlalu jauh membayangkannya, malam itu, benteng pertahanan diri Pak Hasan hancur lebur, ia ikut terseret kenikmatan pijat plus-plus sebagaimana teman-temannya.

Dan peristiwa seperti itu pun akhirnya menjadi langganan yang tadinya seorang Hasan adalah sosok suami yang menjaga pandangan, menjaga mata, lisan, dan indera lainnya, ternyata dapat berbalik menjadi pelanggan setia di panti pijat tersebut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan
bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong. (HR.Muslim).

Salah satu dosa besar yang mengerikan, Pak Hasan sudah memahami hal itu, maka ia pun terbuka diri mengakui perbuatannya tatkala memiliki waktu yang tepat untuk bercerita dengan sang istri. Hingga gelegar
pengakuan itu membuat sang istri menginginkan perceraian, perih.

Kita tak perlu membahas rumah tangga mereka lebih jauh, tapi hikmah yang bisa kita petik adalah kekompakan suami istri memang harus selalu ada dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Kekompakan itu tak hanya seminggu sekali, tak cuma menikmati weekend, tak hanya belanja bareng, namun harus ada di setiap suasana, terutama suasana menge-charge ruhiyah.

Adalah sosok Mas Angga, yang pernah beberapa kali harus dinas berbeda kota atau beda negara dengan kota tempat tinggal keluarga, sedari awal menikahi istrinya, ia ajak untuk kompak bersama, Saya gak mau kita pisah-pisah, dinda¦ terpisah dua dapur, dua tempat, apalagi pisah dengan anak-anak, ujarnya, maka sang istri harus berpindah kuliah beberapa kali, Mas Angga lebih rela menghabiskan uang untuk ongkos pesawat ketika istrinya harus sibuk ujian atau menyelesaikan urusan kuliah. Mas Angga juga pernah harus berada tiga setengah bulan di Afrika, sementara sang anak dan istri di Bangkok, dan Mas Angga menelepon setiap hari, bahkan tiga kali sehari, bagaikan jadwal minum obat. Ada saja hal yang diobrolkan, serasa sulit menutup gagang telepon saking beratnya berjauhan dari keluarga.

Ketika ada perusahaan yang memaksanya meninggalkan keluarga lebih lama hingga dua tahun dengan hanya dijadwalkan pulang per-tiga bulan, maka Mas Angga rela resign dari perusahaan tersebut, meskipun
diiming-imingi bonus nominal yang banyak. Rezeki Allah SWT Maha Luas, masih banyak perusahaan yang memiliki peraturan lebih manusiawi, masih ada pengusaha yang professional bekerja sama dengan karyawan-karyawan meskipun berbeda bangsa. Bahkan pernah suatu kali saat berjauhan, Mas
Angga ngotot menelepon sang istri sampai missed-call 79 kali, ia sangat khawatir kenapa hp itu tak diangkat. Padahal ternyata hp tersebut di-silent tak sengaja oleh sang balita. Perhatian yang kecil seperti itu
sangatlah bermakna, setiap rumah tangga suatu waktu mengalami ujian hubungan jarak jauh ini. Dan lagi-lagi, tak masalah berapa kali kita diuji akan frekuensi waktu tak bersua, namun yang bermasalah adalah jika kekompakan berkomunikasi itu mulai luntur.

Tatkala lunturnya kekompakan berkomunikasi, pasti godaan-godaan datang, dan inilah pintu setan yang hadir dalam suatu rumah tangga. Kalaupun suami dan istri terbiasa meluruskan niat dan menata hati setiap
saat, terbiasa sholat berjama’ah dan saling melayani di berbagai momen, namun ketika berjauhan dengan tahap datangnya godaan itu, ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi, yang pada saat itu justru sinyal-sinyal cinta pasutri malah bisa makin memudar. Bagaikan perceraian yang telah terjadi pada Bik Inem yang TKW di negeri jiran, ex-suaminya bertani di kampung halaman, di tanah sunda. Tak menyangka alasannya sama dengan banyak kisah TKW lain, sang suami berselingkuh dengan tetangga sendiri tatkala sering bersama-sama di sawah, bahkan uang tabungan Bik Inem yang menurut laporan telah dibelikan bahan bangunan buat renovasi rumah mereka, ternyata raib dipergunakan untuk hal lain.

Acungan jempol buat ummahat senior-senior saya, ada yang rela menunda kuliah lanjutan bea-siswanya, ada yang resign dari perusahaan tempatnya meniti karir, demi prioritas keluarga, mendukung penuh sang suami ketika harus mengais nafkah di negeri lain, dalam tugas berat memimpin rumah tangga.

Satu nasehat penting yang selalu disematkan pada ceramah di acara resepsi pernikahan kita, Bahwa Allah ta’ala mengingatkan, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(QS. At-Tahrim [66]:6).

Suami adalah pakaian bagi sang istri, begitu pun sebaliknya, istri merupakan pakaian bagi suaminya. Penutup aurat, perhiasan diri serta sumber ketentraman dan kesenangan berumah tangga adalah makna fungsi pakaian tersebut. Maka, jagalah pakaianmu, teman¦

Wallohu ‘alam bisshowab.

 ============ ==sumber : eramuslim.com

**SURYATI**

Jadwal ‘Puasa Sunnah’ sesuai penanggalan Masehi tahun 2011

•January 19, 2011 • Leave a Comment

Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, maka Islam pun menganjurkan
kepada umatnya agar berpuasa pada hari-hari yang Rasulullah sendiri biasa melakukannya.
Berikut adalah jadual ‘Puasa Sunnah’ sesuai penanggalan Masehi tahun 2011.
Semoga manfaat.
[lm]
———— ——— ——— ——— ——— ——— -
1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis.

2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan – ‘shaumul biidh’ -
Yakni pada tanggal 13,14 dan 15 – penanggalan Islam – (saat bulan purnama).

- 18, 19, 20 Januari 2011/ 13, 14, 15 Shafar 1432 H
- 16, 17, 18 Februari 2011/ 13, 14, 15 Rabi’ul Awwal 1432 H
- 18, 19, 20 Maret 2011/ 13, 14, 15 Rabi’ul Akhir 1432 H

- 17, 18, 19 April 2011/ 13, 14, 15 Jumadil Awwal 1432 H
- 17, 18, 19 Mei 2011/ 13, 14, 15 Jumadil Akhir 1432 H
- 15, 16, 17 Juni 2011/ 13, 14, 15 Rajab 1432 H
- 15, 16, 17 Juli 2011/ 13, 14, 15 Sya’ban 1432 H

(- Puasa Ramadhan 1432 H : 1 Agustus 2011 – 29 Agustus 2011)

- 11, 12, 13 September 2011/ 13, 14, 15 Syawwal 1432 H
- 11, 12, 13 Oktober 2011/ 13, 14, 15 Dzulqa’dah 1432 H

- 10, 11 November 2011/ 14, 15 Dzulhijjah 1432 H
( 9 November 2011 bertepatan dengan hari tasyriq – 13 Dzulhijjah 1432 H
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa )
- 9, 10, 11 Desember 2011/ 13, 14, 15 Muharram 1433 H

3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan – Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 28 Oktober 2011 – 26 November 2011/ Dzulhijjah 1432 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 5 November 2011/ 9 Dzulhijjah 1432 H.

Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah/ 6 November 2011
Hari tasyriq – 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 7, 8, 9 November 2011/ Dzulhijjah 1432 H

4. Puasa bulan Muharram – ‘Asyura’ selama 3 (tiga) hari – tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu’a dan ‘Asyura )
Yakni : 5, 6, 7 Desember 2011/ 9, 10, 11 Muharram 1433 H.

5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban.
Antara 3 Juli – 31 Juli 2011.

6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
Antara 31 Agustus – 28 September 2011.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal (30 Agustus 2011).

7. Puasa Daud – berpuasa berselang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari
(lm)

Ringkasan – Referensi :
Penanggalan Tahun 2011 – Penerbit Gema Insani.
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.

Khutbah Rasulullah SAW Jelang Ramadhan

•August 17, 2010 • Leave a Comment

Salman al-Farisiy ra meriwayatkan bahwa pada akhir bulan Sya’ban Rasulullah saw berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda,

“Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh suatu bulan yang agung lagi penuh berkah; bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada bulan tersebut Allah SWT menjadikan puasa sebagai kewajiban dan shalat malamnya sebagai tahawwu’ (ibadah sunnah yang sangat dianjurkan).

Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan amalan sunnah, ia diberi pahala sama seperti menunaikan kewajiban (fardhu) di bulan yang lain.

Siapa yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, ia diberi pahala sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban di bulan yang lain.

Ramadhan adalah bulan sabar, sedang sabar itu tiada lain balasannya selain surga (al-jannah).

Ramadhan adalah bulan berbagi simpati (memberikan pertolongan) dan bulan dimana Allah menambah rizki orang-orang mukmin. Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka perbuatan itu menjadi pengampunan atas dosa-dosanya, ke-merdekaan dirinya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang berpuasa—yang diberinya makanan berbuka itu—tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.�

Para sahabat berkata, “Ya Rasululullah, tidak semua dari kami memiliki makanan untuk dapat diberikan kepada orang-orang yang berpuasa.�

Rasulullah Saw kemudian menjawab, “Allah memberikan pahala tersebut (seperti yang telah disebutkan) kepada siapapun orang yang memberikan buka puasa walau hanya sebutir korma atau sekedar seteguk air atau sehirup susu.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Siapa yang meringankan beban orang yang dikuasainya (hamba sahaya atau bawahannya), niscaya Allah mengampuni dosanya dan membebaskannya dari api neraka.

Perbanyaklah oleh kalian empat perkara di bulan Ramadhan ini; dua perkara diantaranya membuat Tuhan ridha terhadap kalian dan dua perkara lainnya sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang membuat Tuhan ridha dengan kalian adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah selain Allah dan kalian memohon ampunan-Nya (istigfar). Adapun dua perkara yang kalian sangat butuhkan adalah memohon surgaNya dan memohon lindungan dari api neraka. Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berpuasa niscaya Allah akan memberinya minum dari air kolamku yang dengannya dia tidak akan merasa haus—setelah meminumnya—hingga ia masuk surga.� (HR. Ibn Khuzaimah dalam Shahih-nya [3/191, No.1887], al-Haetsami dalam az-Zawaid [1/412, No.321], dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman [3/305, No.3608), dan Ibn Hibban)

Catatan:
Lihat Nash aslinya dalam:
1. At-Targhib oleh al-Mundziri [2/217-218],
2. Ghaliyah al-Mawaizh oleh al-Alusi [1/12],
3. Al-Matjar ar-Rabih oleh al-Hafiizh ad-Dimyathi [1/405-406, No.713],
4. Khutbah-khutbah Rasulullah SAW (Qisthi Press), hal.84, dan
5. Nafahaat Ramadhaniyyah oleh Marwan Wahid at-Tiftazani, hal. 23-24.

source tahajjud_call@yahoogroups.com

Do’a dikala ragu akan dirinya…:)

•August 15, 2010 • Leave a Comment

Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do’a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya….:)
————————————————————————————————-

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

source : www.dudung.net

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.